Hukum Alam
Datang dan pergi, perjumpaan dan perpisahan, kelahiran dan kematian adalah suatu keniscayaan dan sunatullah yang mesti terjadi dalam kehidupan manusia dan seluruh alam.
Tiap ada sesuatu yang datang sudah menjadi suatu keharusan suatu saat harus pergi, tiap ada moment perjumpaan baik dalam keadaan yang menyenangkan ataupun tidak menyenangkan suatu saat akan ada perpisahan yang menyapa.
Dalam kelahiran insan baru pasti di masa yang mendatang harus ada kematian. Sebab kesemuanya itu merupakan sunatullah yang mesti terjadi dalam siklus kehidupan.
Posisi seseorang dalam kehidupan orang lain (hati_red) merupakan suatu hal yang penting tidak penting. Ketika seseorang dikenang akan kebaikannya, maka yang tergambar adalah segala hal yang baik-baik, demikian juga apabila seseorang selama hidupnya dikenal dengan keburukan-keburukannya, maka selamanya akan menjadi stigma yang buruk juga bagi dirinya.
Seseorang yang sudah meninggal, akan dikenang dan diingat berdasarkan apa yang selama hidupnya dijalani, dalam tingkah polah dan tutur ucap kesehariannya, apakah orang itu baik ataukah tidak baik.
Kepergian (baik kepergian itu disebabkan karena kematian ataupun karena perpisahan sementara) seseorang yang baik akan menimbulkan kedukaan yang mendalam bagi orang-orang yang ada disekelilingnya, akan tetapi kepergian orang yang berperangai buruk, menjadi suatu kelegaan bagi orang-orang yang ditinggalkan, meskipun pada dasarnya, seburuk apapun sifat dan sikap seseorang, jika orang itu pergi apalagi mati maka akan menimbulkan kesedihan juga.
Senyuman ataukah Tangisan
Banyak orang berharap, jika kepergiannya akan diiringi dengan tangisan kedukaan yang mendalam dari orang-orang yang berada di sekelilingnya. Tangisan yang disebabkan atas ketidakrelaan untuk ditinggalkan dan berat hati atas kepergiannya.
Suatu pertanyaan yang perlu menjadi perenungan adalah, bukankah kepergian kita akan lebih indah jika diiringi dengan senyuman dari orang-orang yang menyayangi kita? Bukan dengan tangisan yang meraung-raung penuh dengan duka yang mendalam, serya linangan airmata kepedihan.
Keikhlasan/kerelaan dari orang-orang disekitar kita atau orang-orang yang mencintai dan menyayangi adalah implementasi dari cinta yang sejati terhadap diri kita, mereka tersenyum bukan berarti bahagia atas kepergian dan perpisahan yang ada, bukan pula karena keterpaksaan memberikan senyuman.
Akan tetapi mereka tersenyum karena mereka memahami bahwa, tiap hal ada masanya, dan ketika masa itu telah tiba, maka haruslah berlaku apa yang sudah digariskan, disinilah terurai makna dari tawakkal atas kehendak yang lebih besar dari pada kehendak diri.
Jangan pernah berharap kepergianmu akan membuat orang disekelilingmu menangis, tapi berharaplah orang-orang di sekelilingmu akan mengantarkan kepergianmu dengan senyuman terindah yang pernah mereka miliki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar