Nafsuku memasung akal
Semakin binal ia menyeruak dalam lorong kehidupan yang kian menyempit
Dalam pelana birahi dia berkacak pinggang
Liar, Buas
Mengintai tiap laku dan tingkah polahku
Selasa, 29 Mei 2012
Liar
Labels:
Ungkapan Jiwa
Posting di:
Duren Sawit, Jakarta Capital Region, Indonesia
Salah menilaimu
Kau tegur aku,
Sebagai implementasi dari sayangmu padaku.
Namun ku sering kali tak mengacuhkan teguranmu.
Lalu kau cubit aku,
Akupun marah dan memprotesmu,
Meski sebenarnya itu bentuk dari sayangmu, upayamu memperbaikiku
Kaupun akhirnya diam,
Lalu ku sadari aku keliru menilaimu
Maka, maafkanlah aku yang tak bisa mengertikan lakumu
Labels:
Di bawah kuasa
Posting di:
Duren Sawit, Jakarta Capital Region, Indonesia
Rabu, 23 Mei 2012
Kamu dan Dia
Bukan tentang "Cinta" atau "sayang"
tapi ini lebih mengenai "PILIHAN"
"Kamu" dan "Dia" selalu ada dan mengada dalam hari-hariku
Namun, bagaimanapun keadaannya,
aku lebih menginginkan "Dia" dari pada hasrat tuk "Memilikimu""Kamu" dan "Dia" selalu ada dan mengada dalam hari-hariku
Namun, bagaimanapun keadaannya,
Dari "Dia" ku dapati sayang dan cinta yang kubenamkan dalam asa ini
Senin, 21 Mei 2012
Membuang tuhan
Satu persatu tuhan ku buang
Kuseleksi dalam masa yang merentang
Hingga ku temukan satu Tuhan yang sejatinya menjadi Tuhan
Bukan yang imitasi apalagi tuhan yang dibuat oleh diri
Kuseleksi dalam masa yang merentang
Hingga ku temukan satu Tuhan yang sejatinya menjadi Tuhan
Bukan yang imitasi apalagi tuhan yang dibuat oleh diri
Pada judul tentang "Membuang Tuhan", mungkin terkesan bahwa tulisan ini berorientasi kepada kemusyrikan atau menuju kepada jalan murtad. Tapi pada dasarnya saya tidak hendak mengajak pembaca sekalian untuk bermurtad ria, apalagi menjadi syirik dengan menyekutukan Allah
Tuhan adalah sesuatu yang seharusnya menjadi Maha dalam hidup yang manusia jalani, baik Maha tinggi, Maha Kuasa dan Maha Menguasai.
Tuhan atau dalam bahasa arab disebut "RABB" adalah "Ilah" sesuatu yang dituju dan menjadi satu-satunya tujuan dari segenap perilaku kehidupan kita sebagai hamba.
Lailaah Illa Allah, Tidak ada Ilah kecuali Allah
Ilah adalah landasan dalam melakukan suatu hal, seperti shalat, ilah, tujuan atau landasan dasar kita shalat adalah Allah. Puasa, Zakat, Haji pun sama yang menjadi Ilah dari semua itu adalah Allah.
to be continued...
Minggu, 20 Mei 2012
Bukan engkau tapi dia
Sore ini kamu memenangkanku
Namun, di hatiku masih tetap mengharapkan dia yang bersinggasana
Menguasai dan memiliki jiwaku, bukan kamu
Hari ini juga aku akan menjemput dia,
dan ku harus mencampakkanmu
Ku tahu,
esok atau lusa kau akan kembali berusaha merebut hati ini dari dia
Namun, di hatiku masih tetap mengharapkan dia yang bersinggasana
Menguasai dan memiliki jiwaku, bukan kamu
Hari ini juga aku akan menjemput dia,
dan ku harus mencampakkanmu
Ku tahu,
esok atau lusa kau akan kembali berusaha merebut hati ini dari dia
Bilakah
Bilakah...
Dapat ku gapai Engkau dalam sgala bentuk dan wujudmu
Kini rinduku memuncaki jiwaku
Akalku tak mampu membendung rasa yang menggebu
Maka biarkanlah ku rengkuhmu di sudut waktu
Dapat ku gapai Engkau dalam sgala bentuk dan wujudmu
Kini rinduku memuncaki jiwaku
Akalku tak mampu membendung rasa yang menggebu
Maka biarkanlah ku rengkuhmu di sudut waktu
Jumat, 18 Mei 2012
Waktuku
Saat hariku berlalu
torehkan kesan seribu kenangan
Jalani masa demi masa,
yang entah dimana masa itu akan berujung
Meniti detik demi detik
sambut hari yang terjalani kini
torehkan kesan seribu kenangan
Jalani masa demi masa,
yang entah dimana masa itu akan berujung
Meniti detik demi detik
sambut hari yang terjalani kini
(@4 Agustus 2009)
Izinkan ku membencimu
Izinkanlah, hari ini saja
tuk ku membencimu
dalam segenap cinta yang kumiliki terhadap engkau!
dengan kebecian terbesarku,
dengan kebencian yang berakar dari sayangku padamu!!!
agar tak ada lagi masaku yag dapat kupergunakan untuk membencimu,
meski hanya setitik saja
(@27 Agustus 2009)
Asa yang tersisa
Seringkali apa yang kita maui,
tak sejalan dengan nyata yang terjadi.
Harap tinggal menjadi harap,
asa pun tersisa jadi keluh dalam dada.(@11 Juli 2010)
Rinduku padamu
Belenggu rindu semakin mencengkeram,
Mencabik seisi jiwa yang tersisa,
Dalam erangku terbuai rindu
Kau,
Ku jauhkan dari diri
dalam segenap kemampuan dan kesadaran
Maakanlah
Sebab rindu ini masih mendendam terhadapmu
Dalam tiap hal yang terbina di antara kita
(@1 Agustus 2010)
Mencabik seisi jiwa yang tersisa,
Dalam erangku terbuai rindu
Kau,
Ku jauhkan dari diri
dalam segenap kemampuan dan kesadaran
Maakanlah
Sebab rindu ini masih mendendam terhadapmu
Dalam tiap hal yang terbina di antara kita
(@1 Agustus 2010)
Cinta Lain
Jika hari ini ku tak menelponmu,
jangan berfikir ku telah lupa padamu
Jika hari ini ku gak sms kamu,
jangan berfikir ku tak ingat padamu
dan jika hari ini ku tak menghubungimu,
jangan berfikir ku tak lagi sayang dan cinta padamu
Sebab ada CINTA lain yang harus ku kejar dan ku buru
Karena ada RINDU lain yang hendak ku raih
jangan berfikir ku telah lupa padamu
Jika hari ini ku gak sms kamu,
jangan berfikir ku tak ingat padamu
dan jika hari ini ku tak menghubungimu,
jangan berfikir ku tak lagi sayang dan cinta padamu
Sebab ada CINTA lain yang harus ku kejar dan ku buru
Karena ada RINDU lain yang hendak ku raih
(@9 Desember 2010)
Inilah cinta
"Aku terluka tapi tak tersakiti
Aku cemburu tapi tak merindu
dan Aku mencinta meski tak mencintai"
Aku terharu dengan jawabmu
Relakanku tuk "Dia" dan jadikanmu yang ke dua
di hati dan hidupku
Karena kau yakin, ini yang terbaik dan yang terindah
Untuk kita berdua
I Love You
Aku cemburu tapi tak merindu
dan Aku mencinta meski tak mencintai"
Aku terharu dengan jawabmu
Relakanku tuk "Dia" dan jadikanmu yang ke dua
di hati dan hidupku
Karena kau yakin, ini yang terbaik dan yang terindah
Untuk kita berdua
I Love You
(@31 Januari 2011)
Bukan Hijau apalagi Biru
Ku tak lagi meng'Hijau"
Seperti saat-saat masih bersamamu
Penuh gelora dalam gegap gempita problematika
Seperti saat-saat masih bersamamu
Penuh gelora dalam gegap gempita problematika
Aku juga tak pernah mem"Biru"
Sebab itu bukanlah aku
Sebab itu bukanlah aku
Apalagi aku menjadi "Merah"
Tidak pernah sama sekali
Tidak pernah sama sekali
Namun, aku kini adalah kumpulan dari semua itu,
Hijau, Biru, Merah dan warna-warna yang lainnya
Tanpa kebencian dan caci maki
Tanpa Ambisi menguasai, hanya cinta dan mencintai
Tanpa kebencian dan caci maki
Tanpa Ambisi menguasai, hanya cinta dan mencintai
(@19 April 2011)
Yang mudah dan Yang susah
Yang mudah adalah berucap
Yang susah adalah menepati ucap
Yang mudah adalah berjaniji
Yang susah adalah tepati janji
Yang mudah adalah membuat komitmen
Yang susah adalah berkomitmen
Yang susah adalah menepati ucap
Yang mudah adalah berjaniji
Yang susah adalah tepati janji
Yang mudah adalah membuat komitmen
Yang susah adalah berkomitmen
(@16 Juni 2011)
Rabu, 16 Mei 2012
Mengering
Hujan yang lebat siang ini,
Tak mampu basahi jiwaku yang semakin kering karena kehilanganmu
Ku berlari menujumu,
Tak mampu basahi jiwaku yang semakin kering karena kehilanganmu
Ku berlari menujumu,
namun ku tersesat di padang gersang
Ku cari Oase,
Ku cari Oase,
namun yang ku jumpai hanya fatamorgana
(@5 Januari 2012)
Kataku
Huruf demi huruf terkumpul dalam genggamku
Menyeruak dalam benak menjadi rangkaian kata
Tak beraturan tanpa makna
Tanpa arti tanpa substansi apalagi essensi
Hanya kata yang berebut tuk dapat ku lontarkan ke jagad raya
Menyeruak dalam benak menjadi rangkaian kata
Tak beraturan tanpa makna
Tanpa arti tanpa substansi apalagi essensi
Hanya kata yang berebut tuk dapat ku lontarkan ke jagad raya
Kataku yang tanpa makna
Kataku yang tak terbebani arti dan definisi
Kata yang terbebas dari ikatan aturan
Kalut
Satu hati bergeming pada masa
Mematri rasa yang kian berontak dalam segenap gelora
Laju langkah ini
Membawa duka dalam segenap ceria
Tertumpuk rindu berbalut kalut
Sisipkan derita pada bahagia yang tercipta
Mematri rasa yang kian berontak dalam segenap gelora
Laju langkah ini
Membawa duka dalam segenap ceria
Tertumpuk rindu berbalut kalut
Sisipkan derita pada bahagia yang tercipta
(@2 April 2012)
Selasa, 15 Mei 2012
Terbelenggu
Terbangunku,
Dari lamun yang membuai jiwa
Dalam keremangan fikir di ujung waktu
Terseret tanpa kendali
Terjerembab tersungkur dalam dengkur alam
Di pelana kehidupan,
Ku terpijak memasung akal yang hanya sejengkal
Dari lamun yang membuai jiwa
Dalam keremangan fikir di ujung waktu
Terseret tanpa kendali
Terjerembab tersungkur dalam dengkur alam
Di pelana kehidupan,
Ku terpijak memasung akal yang hanya sejengkal
(@ 4 April 2012)
Derita ke Arahmu
Masih engkau
Yang tergeletak di sudut kesyahduan
Dalam linangan air mata yang meluap
Menanti masa yang kian terabrasi derita
Yang tergeletak di sudut kesyahduan
Dalam linangan air mata yang meluap
Menanti masa yang kian terabrasi derita
Jika derita ini adalah jalan terbaik ke arahmu,
Labels:
Di bawah kuasa
Posting di:
Duren Sawit, Jakarta Capital Region, Indonesia
Demi Cintamu
Biarlah duniaku hilang,
terbuang dan terabrasi masa
Asalkan ku dapat raih engkau yang tercinta
Dalam lakumu yang indah dan syahdu
Asalkan ku dapat raih engkau yang tercinta
Dalam lakumu yang indah dan syahdu
Labels:
Ungkapan Jiwa
Posting di:
Duren Sawit, Jakarta Capital Region, Indonesia
Pergi
Harusnya ku di sini,
di sudut rindu dalam balutan yakinMembiarkanmu menggenggam dan menggandengku dengan mesranya
Bukan berlalu selangkah dalam tapak yang menjauh
Labels:
Ungkapan Jiwa
Posting di:
Duren Sawit, Jakarta Capital Region, Indonesia
Senin, 14 Mei 2012
Hidup itu: Anugerah atau Musibah?!
Hidup bagi sebagian orang adalah suatu anugerah yang sangat indah, akan tetapi bagi sebagian lainnya merupakan suatu musibah yang ditimpakan Allah atas dirinya.
Anugerah ataupun musibah adalah persepsi yang ada dalam tiap individu, apakah kita akan mengartikan tiap hal yg ada dalam kehidupan ini sebagai anugerah atau sebaliknya kita mencipta suatu anggapan bahwa Allah sedang menimpakan musibah terhadap diri.
Lahirnya anugerah atau kebahagian dari tiap hal, lebih disebabkan karena rasa syukur kepada sang pencipta, pemaknaan dari tiap suatu yang berlaku.
Anugerah ataupun musibah adalah persepsi yang ada dalam tiap individu, apakah kita akan mengartikan tiap hal yg ada dalam kehidupan ini sebagai anugerah atau sebaliknya kita mencipta suatu anggapan bahwa Allah sedang menimpakan musibah terhadap diri.
Lahirnya anugerah atau kebahagian dari tiap hal, lebih disebabkan karena rasa syukur kepada sang pencipta, pemaknaan dari tiap suatu yang berlaku.
Labels:
Opini
Posting di:
Duren Sawit, Jakarta Capital Region, Indonesia
Selasa, 08 Mei 2012
Mencari yang salah-Semuanya salah
Haruskah kita mencari siapa yang salah dari tiap kesalahan atau suatu hal yang tidak sesuai dengan skenario yang dibuat?
Dalam kehidupan, manusia tidak akan terlepas dari permasalahan/problematika. Hal yang membuat hidup menarik dan unik adalah adanya permasalahan beserta dinamikanya dan cara menyelesaikannya.
Senin, 07 Mei 2012
Senyuman atau Derai Tangis
Hukum Alam
Datang dan pergi, perjumpaan dan perpisahan, kelahiran dan kematian adalah suatu keniscayaan dan sunatullah yang mesti terjadi dalam kehidupan manusia dan seluruh alam.
Tiap ada sesuatu yang datang sudah menjadi suatu keharusan suatu saat harus pergi, tiap ada moment perjumpaan baik dalam keadaan yang menyenangkan ataupun tidak menyenangkan suatu saat akan ada perpisahan yang menyapa.
Dalam kelahiran insan baru pasti di masa yang mendatang harus ada kematian. Sebab kesemuanya itu merupakan sunatullah yang mesti terjadi dalam siklus kehidupan.
Posisi seseorang dalam kehidupan orang lain (hati_red) merupakan suatu hal yang penting tidak penting. Ketika seseorang dikenang akan kebaikannya, maka yang tergambar adalah segala hal yang baik-baik, demikian juga apabila seseorang selama hidupnya dikenal dengan keburukan-keburukannya, maka selamanya akan menjadi stigma yang buruk juga bagi dirinya.
Seseorang yang sudah meninggal, akan dikenang dan diingat berdasarkan apa yang selama hidupnya dijalani, dalam tingkah polah dan tutur ucap kesehariannya, apakah orang itu baik ataukah tidak baik.
Kepergian (baik kepergian itu disebabkan karena kematian ataupun karena perpisahan sementara) seseorang yang baik akan menimbulkan kedukaan yang mendalam bagi orang-orang yang ada disekelilingnya, akan tetapi kepergian orang yang berperangai buruk, menjadi suatu kelegaan bagi orang-orang yang ditinggalkan, meskipun pada dasarnya, seburuk apapun sifat dan sikap seseorang, jika orang itu pergi apalagi mati maka akan menimbulkan kesedihan juga.
Senyuman ataukah Tangisan
Banyak orang berharap, jika kepergiannya akan diiringi dengan tangisan kedukaan yang mendalam dari orang-orang yang berada di sekelilingnya. Tangisan yang disebabkan atas ketidakrelaan untuk ditinggalkan dan berat hati atas kepergiannya.
Suatu pertanyaan yang perlu menjadi perenungan adalah, bukankah kepergian kita akan lebih indah jika diiringi dengan senyuman dari orang-orang yang menyayangi kita? Bukan dengan tangisan yang meraung-raung penuh dengan duka yang mendalam, serya linangan airmata kepedihan.
Keikhlasan/kerelaan dari orang-orang disekitar kita atau orang-orang yang mencintai dan menyayangi adalah implementasi dari cinta yang sejati terhadap diri kita, mereka tersenyum bukan berarti bahagia atas kepergian dan perpisahan yang ada, bukan pula karena keterpaksaan memberikan senyuman.
Akan tetapi mereka tersenyum karena mereka memahami bahwa, tiap hal ada masanya, dan ketika masa itu telah tiba, maka haruslah berlaku apa yang sudah digariskan, disinilah terurai makna dari tawakkal atas kehendak yang lebih besar dari pada kehendak diri.
Jangan pernah berharap kepergianmu akan membuat orang disekelilingmu menangis, tapi berharaplah orang-orang di sekelilingmu akan mengantarkan kepergianmu dengan senyuman terindah yang pernah mereka miliki
Tuhan yang Terbuang
"Tuhan" seringkali tersingkirkan dari posisinya sebagai penguasa, meski hanya sesaat
Tersingkirnya Tuhan lebih sering karena kita sebagai hamba dengan sengaja menyingkirkan bahkan membuang Tuhan dengan mudahnya.
Pagi ini
Mendung mendera langit pagiku
Awan bergerombol menggugus menghitam
Redup menjelma gelap
Hanya menanti waktu rintik menyapa bumi
Bayu meliuk-liuk di lorong sempit kehidupan
Alam mulai mengaduh, dalam jelma guntur menggelegar
Resah dan gundah menyapa tempat pijakku
"Hai langit, serahkan apa yang hendak kau limpahkan, dalam batas kemampuanku menerimanya", bisik bumi.
Awan bergerombol menggugus menghitam
Redup menjelma gelap
Hanya menanti waktu rintik menyapa bumi
Bayu meliuk-liuk di lorong sempit kehidupan
Alam mulai mengaduh, dalam jelma guntur menggelegar
Resah dan gundah menyapa tempat pijakku
"Hai langit, serahkan apa yang hendak kau limpahkan, dalam batas kemampuanku menerimanya", bisik bumi.
(di keremangan pagi, dalam mendung yang kian menjadi, Tangerang 07 Mei 2012)
Labels:
Bisik Alam
Posting di:
Tangerang, Indonesia
Minggu, 06 Mei 2012
Rinduku
Rindu ini menggeliat, menelusup ke relung terdalam hati
Mencengkeram rasa
Menggenggam imaji
Ku memuja dalam puji di hati
Akan keindahanmu pada goresan alam
Bersama lukisan jiwa yang terbengkalai
Rinduku kian menggebu,
Desahku kian meruah
Labels:
Di bawah kuasa
Posting di:
Tangerang, Indonesia
Jumat, 04 Mei 2012
Hanya Asa
Asa...
Tertebar di sudut kehidupan
Dalam gulir waktu yang pelan berjalan
Tertatih menyeret hendak
Limbung dalam langkah setapak demi setapak
Inilah asa...
Mengada menjadi pijak dalam tiap derap
Mendebam bumi di selasar langit
Di lorong sempit jagat raya
Asa tetaplah menjadi asa
Hanya gambaran hayal atas diri di masa yang akan tiba
Hempaskan kenang pada waktu yang lalu
Labels:
Ungkapan Jiwa
Posting di:
Duren Sawit, Jakarta Capital Region, Indonesia
Cintaku Menjauh
Langkah-langkah kecil ku hentakkan
Dalam pijak lirih lalui jalan berkelok
Ku menujumu, dalam segenap rayu yang tak ku urai padamu
Coba gapaimu yang sedia menyambut datangku
Berlari ku mengejar engkau yang terdiam,
Semakin kencang gerakku, kala waktu kian memburu
Jauh rasaku dari tempatmu bertahta
Cintaku menjauh
Rasaku dalam penuh keluh
Menceritakan kesah yang tak terkisah
(dalam gundah yang menyergap, Duren sawit, 3 Mei 2012)
Dalam pijak lirih lalui jalan berkelok
Ku menujumu, dalam segenap rayu yang tak ku urai padamu
Coba gapaimu yang sedia menyambut datangku
Berlari ku mengejar engkau yang terdiam,
Semakin kencang gerakku, kala waktu kian memburu
Jauh rasaku dari tempatmu bertahta
Cintaku menjauh
Rasaku dalam penuh keluh
Menceritakan kesah yang tak terkisah
(dalam gundah yang menyergap, Duren sawit, 3 Mei 2012)
Labels:
Risalah Cinta
Posting di:
Duren Sawit, Jakarta Capital Region, Indonesia
Sombong-Minder
Banyak orang berfikir, bahwa orang itu hebat,
dari itu orang tersebut menjadi sombong (PD berlebihan)
Banyak orang berfikir, bahwa orang itu lemah,
dari itu orang tersebut menjadi minder (rendah diri)
Bagaimana sebaiknya?
Introspeksi diri dalam tiap tingkah polah, tetap percaya diri tanpa menyombongkan diri.
Rendah hati, evalkuasi segala kekurangan, nikmati hidup
Mungkin...!!!
Hanya mungkin kesimpulannya
Labels:
Petuah siapa?
Posting di:
Duren Sawit, Jakarta Capital Region, Indonesia
Dunia yang Angkuh
Kenapa dunia selalu mengajarkan tentang kesuksesan, keberhasilan,
menjadi orang terkenal,menjadi orang hebat, menjadi orang yang dikagumi?
Kenapa tidak pernah diajarkan tentang kegagalan, kegalauan, rasa menjadi orang terhina?
Kenapa tidak pernah diajarkan tentang kegagalan, kegalauan, rasa menjadi orang terhina?
Bukankah hal ini akan menjadikan kita sbagai
orang yang "tawadhu" dan memiliki jiwa besar?
Bukan mendahulukan ego dan ke-PD-an yang berlebihan hingga pada endingnya "EGOISme" dan "KESOMBONGAN" menjadi tuhan diri!
Bukan mendahulukan ego dan ke-PD-an yang berlebihan hingga pada endingnya "EGOISme" dan "KESOMBONGAN" menjadi tuhan diri!
Inilah dunia kita!
Dalam dinamikanya yang beraneka warna
Labels:
Petuah siapa?
Posting di:
Duren Sawit, Jakarta Capital Region, Indonesia
Kamis, 03 Mei 2012
Indahnya...
Menjelang magrib awan berarak, gelap menyergap pelataran gedungku bernaung,
Rintik gerimis bertaburan membasahi KONBLOCK yang bersimbah debu.
Waktu berlalu, hujanpun tak kunjung mengguryur, rintik gerimis hanya berlalu melintasi waktu
Kala Adzan magrib berkumandang
Awan tak lagi nampak bergerombol di tingginya cakrawala
Berganti rembulan bertengger dengan perkasanya
Bersinggasanakan angkasa nan meluas
Indahnya... bisikku lirih kepada sang malam
Rintik gerimis bertaburan membasahi KONBLOCK yang bersimbah debu.
Waktu berlalu, hujanpun tak kunjung mengguryur, rintik gerimis hanya berlalu melintasi waktu
Kala Adzan magrib berkumandang
Awan tak lagi nampak bergerombol di tingginya cakrawala
Berganti rembulan bertengger dengan perkasanya
Bersinggasanakan angkasa nan meluas
Indahnya... bisikku lirih kepada sang malam
Labels:
Bisik Alam
Posting di:
Duren Sawit, Jakarta Capital Region, Indonesia
Langganan:
Komentar (Atom)