Minggu, 07 Oktober 2012

PEMAKNAAN

Terkadang,
Sesuatu hal harus tidak seperti apa yang kita mau dan kehendaki
Agar sesuatu itu menjadi Ibrah buat kehidupan kita di masa mendatang

Kita belajar tentang keindahan dari adanya rasa sakit dan kekecewaan.
Selama kita tidak pernah kecewa, maka kita tidak akan pernah tahu betapa nikmatnya suatu hal.

Kecewa, bahagia, sedih, senang, duka dan suka hanyalah persepsi dari suatu moment.
Semuanya tergantung dari pemaknaan yang tercipta dari diri sendiri.
Apakah kita akan melabeli suatu hal sebagai kebaahagiaan
Atau kita lebih suka melabeli suatu hal sebagai nestapa yang harus diratapi?

Yang diperlukan sebenarnya hanya satu hal, PEMAKNAAN

Selasa, 02 Oktober 2012

Tersesat

Ku kembangkan layar
Membentang membelah cakrawala
Ku coba jelajahi samudera cinta,
Namun ku tersesat
Kehilangan arah patah kemudi
Semakin jauh ku dari tepian
Semakin jauh ku memijak bumi

Dalam gumpalan kabut tebal,
Ku berlayar mencari sebuah pelabuhan
Ku buta,
Tak tahu arah mana yang harus ku tuju

Kamis, 27 September 2012

Tentang kegagalan

Kita selalu belajar dan diajarkan tentang bagaimana menjadi sukses, berhasil dan menjadi pemenang
Kita tidak pernah bahkan teramat sangat enggan untuk belajar makna kekalahan dan menjadi kalah serta orang yang gagal

Dalam kenyataannya, kita hanya dipersiapkan untuk sukses dan berhasil. Kita tidak pernah siap menjadi pecundang dan orang yang kalah
Padahal, untuk tahu bagaimana indahnya menjadi pemenang, kita harus tahu rasanya kalah dan rasanya menjadi pecundang

"Nikmati alur permainannya, evaluasi hasilnya", mungkin inilah kuncinya

Selasa, 29 Mei 2012

Liar

Nafsuku memasung akal
Semakin binal ia menyeruak dalam lorong kehidupan yang kian menyempit
Dalam pelana birahi dia berkacak pinggang
Liar, Buas
Mengintai tiap laku dan tingkah polahku

Salah menilaimu

Kau tegur aku,
Sebagai implementasi dari sayangmu padaku.
Namun ku sering kali tak mengacuhkan teguranmu.
Lalu kau cubit aku,
Akupun marah dan memprotesmu,
Meski sebenarnya itu bentuk dari sayangmu, upayamu memperbaikiku

Kaupun akhirnya diam,
Lalu ku sadari aku keliru menilaimu
Maka, maafkanlah aku yang tak bisa mengertikan lakumu

Rabu, 23 Mei 2012

Kamu dan Dia

Bukan tentang "Cinta" atau "sayang" 
tapi ini lebih mengenai "PILIHAN"
"Kamu" dan "Dia" selalu ada dan mengada dalam hari-hariku
Namun, bagaimanapun keadaannya, 
aku lebih menginginkan "Dia" dari pada hasrat tuk "Memilikimu"
Dari "Dia" ku dapati sayang dan cinta yang kubenamkan dalam asa ini

Senin, 21 Mei 2012

Membuang tuhan

Satu persatu tuhan ku buang
Kuseleksi dalam masa yang merentang
Hingga ku temukan satu Tuhan yang sejatinya menjadi Tuhan
Bukan yang imitasi apalagi tuhan yang dibuat oleh diri




Pada judul tentang "Membuang Tuhan", mungkin terkesan bahwa tulisan ini berorientasi kepada kemusyrikan atau menuju kepada jalan murtad. Tapi pada dasarnya saya tidak hendak mengajak pembaca sekalian untuk bermurtad ria, apalagi menjadi syirik dengan menyekutukan Allah

Tuhan adalah sesuatu yang seharusnya menjadi Maha dalam hidup yang manusia jalani, baik Maha tinggi, Maha Kuasa dan Maha Menguasai.
Tuhan atau dalam bahasa arab disebut "RABB" adalah "Ilah" sesuatu yang dituju dan menjadi satu-satunya tujuan dari segenap perilaku kehidupan kita sebagai hamba.
Lailaah Illa Allah, Tidak ada Ilah kecuali Allah

Ilah adalah landasan dalam melakukan suatu hal, seperti shalat, ilah, tujuan atau landasan dasar kita shalat adalah Allah. Puasa, Zakat, Haji pun sama yang menjadi Ilah dari semua itu adalah Allah.

to be continued... 

Minggu, 20 Mei 2012

Bukan engkau tapi dia

Sore ini kamu memenangkanku
Namun, di hatiku masih tetap mengharapkan dia yang bersinggasana
Menguasai dan memiliki jiwaku, bukan kamu

Hari ini juga aku akan menjemput dia,
dan ku harus mencampakkanmu

Ku tahu,
esok atau lusa kau akan kembali berusaha merebut hati ini dari dia

Bilakah

Bilakah...
Dapat ku gapai Engkau dalam sgala bentuk dan wujudmu


Kini rinduku memuncaki jiwaku
Akalku tak mampu membendung rasa yang menggebu
Maka biarkanlah ku rengkuhmu di sudut waktu

Jumat, 18 Mei 2012

Waktuku

Saat hariku berlalu
torehkan kesan seribu kenangan

Jalani masa demi masa,
yang entah dimana masa itu akan berujung
Meniti detik demi detik
sambut hari yang terjalani kini

(@4 Agustus 2009)

Izinkan ku membencimu


Izinkanlah, hari ini saja
tuk ku membencimu 
dalam segenap cinta yang kumiliki terhadap engkau!
dengan kebecian terbesarku, 
dengan kebencian yang berakar dari sayangku padamu!!!
agar tak ada lagi masaku yag dapat kupergunakan untuk membencimu, 
meski hanya setitik saja

(@27 Agustus 2009)

Asa yang tersisa

Seringkali apa yang kita maui, 
tak sejalan dengan nyata yang terjadi.
Harap tinggal menjadi harap, 
asa pun tersisa jadi keluh dalam dada.

(@11 Juli 2010)

Rinduku padamu

Belenggu rindu semakin mencengkeram,
Mencabik seisi jiwa yang tersisa,

Dalam erangku terbuai rindu

Kau,
Ku jauhkan dari diri
dalam segenap kemampuan dan kesadaran

Maakanlah
Sebab rindu ini masih mendendam terhadapmu
Dalam tiap hal yang terbina di antara kita

(@1 Agustus 2010)

Cinta Lain

Jika hari ini ku tak menelponmu,
jangan berfikir ku telah lupa padamu
Jika hari ini ku gak sms kamu,
jangan berfikir ku tak ingat padamu
dan jika hari ini ku tak menghubungimu,
jangan berfikir ku tak lagi sayang dan cinta padamu

Sebab ada CINTA lain yang harus ku kejar dan ku buru
Karena ada RINDU lain yang hendak ku raih

(@9 Desember 2010)

Inilah cinta

"Aku terluka tapi tak tersakiti
Aku cemburu tapi tak merindu
dan Aku mencinta meski tak mencintai"

Aku terharu dengan jawabmu
Relakanku tuk "Dia" dan jadikanmu yang ke dua
di hati dan hidupku
Karena kau yakin, ini yang terbaik dan yang terindah
Untuk kita berdua

I Love You

(@31 Januari 2011)

Bukan Hijau apalagi Biru

Ku tak lagi meng'Hijau"
Seperti saat-saat masih bersamamu
Penuh gelora dalam gegap gempita problematika
Aku juga tak pernah mem"Biru"
Sebab itu bukanlah aku
Apalagi aku menjadi "Merah"
Tidak pernah sama sekali
Namun, aku kini adalah kumpulan dari semua itu, 
Hijau, Biru, Merah dan warna-warna yang lainnya
Tanpa kebencian dan caci maki
Tanpa Ambisi menguasai, hanya cinta dan mencintai

(@19 April 2011)

Yang mudah dan Yang susah

Yang mudah adalah berucap
Yang susah adalah menepati ucap

Yang mudah adalah berjaniji
Yang susah adalah tepati janji

Yang mudah adalah membuat komitmen
Yang susah adalah berkomitmen

(@16 Juni 2011)

Rabu, 16 Mei 2012

Mengering

Hujan yang lebat siang ini,
Tak mampu basahi jiwaku yang semakin kering karena kehilanganmu
Ku berlari menujumu, 
namun ku tersesat di padang gersang
Ku cari Oase, 
namun yang ku jumpai hanya fatamorgana

(@5 Januari 2012)

Kataku

Huruf demi huruf terkumpul dalam genggamku
Menyeruak dalam benak menjadi rangkaian kata
Tak beraturan tanpa makna
Tanpa arti tanpa substansi apalagi essensi
Hanya kata yang berebut tuk dapat ku lontarkan ke jagad raya

Kataku yang tanpa makna
Kataku yang tak terbebani arti dan definisi
Kata yang terbebas dari ikatan aturan
(@14 Februari 2012)

Kalut

Satu hati bergeming pada masa
Mematri rasa yang kian berontak dalam segenap gelora
Laju langkah ini
Membawa duka dalam segenap ceria
Tertumpuk rindu berbalut kalut
Sisipkan derita pada bahagia yang tercipta

(@2 April 2012)

Selasa, 15 Mei 2012

Terbelenggu

Terbangunku,
Dari lamun yang membuai jiwa
Dalam keremangan fikir di ujung waktu
Terseret tanpa kendali
Terjerembab tersungkur dalam dengkur alam

Di pelana kehidupan,
Ku terpijak memasung akal yang hanya sejengkal

(@ 4 April 2012)

Derita ke Arahmu

Masih engkau
Yang tergeletak di sudut kesyahduan
Dalam linangan air mata yang meluap
Menanti masa yang kian terabrasi derita

Jika derita ini adalah jalan terbaik ke arahmu, 
maka biarlah ku berkubang dalam derita yang ada

Demi Cintamu

Biarlah duniaku hilang,
terbuang dan terabrasi masa
Asalkan ku dapat raih engkau yang tercinta
Dalam lakumu yang indah dan syahdu

Pergi

Harusnya ku di sini,
di sudut rindu dalam balutan yakin
Membiarkanmu menggenggam dan menggandengku dengan mesranya
Bukan berlalu selangkah dalam tapak yang menjauh

Senin, 14 Mei 2012

Hidup itu: Anugerah atau Musibah?!

Hidup bagi sebagian orang adalah suatu anugerah yang sangat indah, akan tetapi bagi sebagian lainnya merupakan suatu musibah yang ditimpakan Allah atas dirinya.
Anugerah ataupun musibah adalah persepsi yang ada dalam tiap individu, apakah kita akan mengartikan tiap hal yg ada dalam kehidupan ini sebagai anugerah atau sebaliknya kita mencipta suatu anggapan bahwa Allah sedang menimpakan musibah terhadap diri.

Lahirnya anugerah atau kebahagian dari tiap hal, lebih disebabkan karena rasa syukur kepada sang pencipta, pemaknaan dari tiap suatu yang berlaku.

Selasa, 08 Mei 2012

Mencari yang salah-Semuanya salah

Haruskah kita mencari siapa yang salah dari tiap kesalahan atau suatu hal yang tidak sesuai dengan skenario yang dibuat?

Dalam kehidupan, manusia tidak akan terlepas dari permasalahan/problematika. Hal yang membuat hidup menarik dan unik adalah adanya permasalahan beserta dinamikanya dan cara menyelesaikannya.

Senin, 07 Mei 2012

Senyuman atau Derai Tangis

Hukum Alam
Datang dan pergi, perjumpaan dan perpisahan, kelahiran dan kematian adalah suatu keniscayaan dan sunatullah yang mesti terjadi dalam kehidupan manusia dan seluruh alam.
Tiap ada sesuatu yang datang sudah menjadi suatu keharusan suatu saat harus pergi, tiap ada moment perjumpaan baik dalam keadaan yang menyenangkan ataupun tidak menyenangkan suatu saat akan ada perpisahan yang menyapa.
Dalam kelahiran insan baru pasti di masa yang mendatang harus ada kematian. Sebab kesemuanya itu merupakan sunatullah yang mesti terjadi dalam siklus kehidupan.

Posisi seseorang dalam kehidupan orang lain (hati_red) merupakan suatu hal yang penting tidak penting. Ketika seseorang dikenang akan kebaikannya, maka yang tergambar adalah segala hal yang baik-baik, demikian juga apabila seseorang selama hidupnya dikenal dengan keburukan-keburukannya, maka selamanya akan menjadi stigma yang buruk juga bagi dirinya.

Seseorang yang sudah meninggal, akan dikenang dan diingat berdasarkan apa yang selama hidupnya dijalani, dalam tingkah polah dan tutur ucap kesehariannya, apakah orang itu baik ataukah tidak baik.
Kepergian (baik kepergian itu disebabkan karena kematian ataupun karena perpisahan sementara) seseorang yang baik akan menimbulkan kedukaan yang mendalam bagi orang-orang yang ada disekelilingnya, akan tetapi kepergian orang yang berperangai buruk, menjadi suatu kelegaan bagi orang-orang yang ditinggalkan, meskipun pada dasarnya, seburuk apapun sifat dan sikap seseorang, jika orang itu pergi apalagi mati maka akan menimbulkan kesedihan juga.

Senyuman ataukah Tangisan
Banyak orang berharap, jika kepergiannya akan diiringi dengan tangisan kedukaan yang mendalam dari orang-orang yang berada di sekelilingnya. Tangisan yang disebabkan atas ketidakrelaan untuk ditinggalkan dan berat hati atas kepergiannya.

Suatu pertanyaan yang perlu menjadi perenungan adalah, bukankah kepergian kita akan lebih indah jika diiringi dengan senyuman dari orang-orang yang menyayangi kita? Bukan dengan tangisan yang meraung-raung penuh dengan duka yang mendalam, serya linangan airmata kepedihan.

Keikhlasan/kerelaan dari orang-orang disekitar kita atau orang-orang yang mencintai dan menyayangi adalah implementasi dari cinta yang sejati terhadap diri kita, mereka tersenyum bukan berarti bahagia atas kepergian dan perpisahan yang ada, bukan pula karena keterpaksaan memberikan senyuman.
Akan tetapi mereka tersenyum karena mereka memahami bahwa, tiap hal ada masanya, dan ketika masa itu telah tiba, maka haruslah berlaku apa yang sudah digariskan, disinilah terurai makna dari tawakkal atas kehendak yang lebih besar dari pada kehendak diri.

Jangan pernah berharap kepergianmu akan membuat orang disekelilingmu menangis, tapi berharaplah orang-orang di sekelilingmu akan mengantarkan kepergianmu dengan senyuman terindah yang pernah mereka miliki

Tuhan yang Terbuang

"Tuhan" seringkali tersingkirkan dari posisinya sebagai penguasa, meski hanya sesaat
Tersingkirnya Tuhan lebih sering karena kita sebagai hamba dengan sengaja menyingkirkan bahkan membuang Tuhan dengan mudahnya.

Pagi ini

Mendung mendera langit pagiku
Awan bergerombol menggugus menghitam
Redup menjelma gelap
Hanya menanti waktu rintik menyapa bumi

Bayu meliuk-liuk di lorong sempit kehidupan
Alam mulai mengaduh, dalam jelma guntur menggelegar
Resah dan gundah menyapa tempat pijakku
"Hai langit, serahkan apa yang hendak kau limpahkan, dalam batas kemampuanku menerimanya", bisik bumi.

(di keremangan pagi, dalam mendung yang kian menjadi, Tangerang 07 Mei 2012)

Minggu, 06 Mei 2012

Rinduku

Rindu ini menggeliat, menelusup ke relung terdalam hati
Mencengkeram rasa
Menggenggam imaji

Ku memuja dalam puji di hati
Akan keindahanmu pada goresan alam
Bersama lukisan jiwa yang terbengkalai

Rinduku kian menggebu, 
Desahku kian meruah

Jumat, 04 Mei 2012

Hanya Asa

Asa...

Tertebar di sudut kehidupan
Dalam gulir waktu yang pelan berjalan
Tertatih menyeret hendak
Limbung dalam langkah setapak demi setapak

Inilah asa...
Mengada menjadi pijak dalam tiap derap
Mendebam bumi di selasar langit
Di lorong sempit jagat raya

Asa tetaplah menjadi asa
Hanya gambaran hayal atas diri di masa yang akan tiba
Hempaskan kenang pada waktu yang lalu

Cintaku Menjauh

Langkah-langkah kecil ku hentakkan
Dalam pijak lirih lalui jalan berkelok
Ku menujumu, dalam segenap rayu yang tak ku urai padamu
Coba gapaimu yang sedia menyambut datangku

Berlari ku mengejar engkau yang terdiam,
Semakin kencang gerakku, kala waktu kian memburu
Jauh rasaku dari tempatmu bertahta

Cintaku menjauh
Rasaku dalam penuh keluh
Menceritakan kesah yang tak terkisah

(dalam gundah yang menyergap, Duren sawit, 3 Mei 2012)

Sombong-Minder

Banyak orang berfikir, bahwa orang itu hebat, 
dari itu orang tersebut menjadi sombong (PD berlebihan)

Banyak orang berfikir, bahwa orang itu lemah, 
dari itu orang tersebut menjadi minder (rendah diri)

Bagaimana sebaiknya?
Introspeksi diri dalam tiap tingkah polah, tetap percaya diri tanpa menyombongkan diri.
Rendah hati, evalkuasi segala kekurangan, nikmati hidup

Mungkin...!!!
Hanya mungkin kesimpulannya

Dunia yang Angkuh

Kenapa dunia selalu mengajarkan tentang kesuksesan, keberhasilan, menjadi orang terkenal,menjadi orang hebat, menjadi orang yang dikagumi?

Kenapa tidak pernah diajarkan tentang kegagalan, kegalauan, rasa menjadi orang terhina? 
Bukankah hal ini akan menjadikan kita sbagai orang yang "tawadhu" dan memiliki jiwa besar?
Bukan mendahulukan ego dan ke-PD-an yang berlebihan hingga pada endingnya "EGOISme" dan "KESOMBONGAN" menjadi tuhan diri!

Inilah dunia kita!
Dalam dinamikanya yang beraneka warna

Kamis, 03 Mei 2012

Indahnya...

Menjelang magrib awan berarak, gelap menyergap pelataran gedungku bernaung,
Rintik gerimis bertaburan membasahi KONBLOCK yang bersimbah debu.
Waktu berlalu, hujanpun tak kunjung mengguryur, rintik gerimis hanya berlalu melintasi waktu

Kala Adzan magrib berkumandang
Awan tak lagi nampak bergerombol di tingginya cakrawala
Berganti rembulan bertengger dengan perkasanya
Bersinggasanakan angkasa nan meluas

Indahnya... bisikku lirih kepada sang malam

Sabtu, 28 April 2012

Dingin

Dingin ini menikam
Mencabik-cabik tiap lapisan ototku
Mengoyak hingga ke tulang

Dingin ini adalah anugerah
Di mana panas jiwa terberangus kebiadaban menerpa
Di kala emosi menghias dunia

Jumat, 27 April 2012

Janji Cinta

Cintaku terpatri di relung terdalam hati
Dalam riuh gemericik darah di nadi
Terpompa jantung yang kian mendetak
Dalam pijak kaki yang tersentak

Inilah cintaku
Dalam deklarasi jiwa teruntai sebait janji]
Segurat asa yang tercipta di ujung senja

Kamis, 26 April 2012

Biarkan saja

Wahai engkau yang menguasai atas segala pengharapan
Menitahkan wahyu pada semesta yang kian dekat pada masanya
Membingkainya dengan janji atas keindahan pada penghujung jarak
Dalam kemesraan atas pencapaian asa yang tercipta

Maka, di sini aku menengadahkan kedua tanganku
Meminta dan merajuk atas segala yang ada pada rasaku
Mengharap setitik kasihmu yang tak berbatas ruang

Tuhan, biarkan aku pada cinta yang ada ini
Tak hendak ku membuang asa dalam rasa yang ada
Dalam kubang asmara yang kian menenggelamkanku di dasar samuderamu

Lagu Syukur

Inilah untaian kataku
Yang tak terlagukan dengan merdu
Hanya tergores pada kanvas abu-abu yang mulai lusuh

Sebait syukur atas segala yang sudah Tuhan anugerahkan
Untuk luka-luka yang menganga di hati kecilku
Untuk segenap pedih yang tercoreng di rasaku
Untuk semua sakit yang pernah dan sempat menderaku

Seandainya luka itu tak pernah menyapaku
Jikalau Pedih itu tak mengunjungiku
Pabila Sakit itu tak mendekapku
Niscaya aku enggan mengenal-Mu dan mengingat-Mu

Maka. sebait syukur kualankan dalam teriakan sumbang diamku
Yang tercekat oleh kaca-kaca airmata yang tak tertumpahkan
Hanya bergelayut dipelupuk mataku yang kian memerah

Selasa, 24 April 2012

Memburu Rindu

Lelah nian jiwaku memburumu

Yang terdiam di sudut waktu
Menantiku yang tak kunjung temukanmu


Ku lihat engkau namun ku tak sangggup memandang
Ku tak dapat mengambil imaji dari sisi-sisi indahmu


Dalam kealpaanku
Terbersit berjuta harap
Akan engkau yang selalu dalam benak

Minggu, 22 April 2012

Bukan Tentang Puisi

Bukanlah tentang puisi
Atau syair-syair yang sengaja dicipta
Bukan pula tentang keindahan kata dalam uraian nada

Hanyalah rangkaian kata
Dalam alurnya yang terlontar dengan sendirinya
Tanpa perenungan yang mendalam
Tanpa analisa agar diterima banyak kalangan

Ku coba...
Menulis apa yang ada di benak ini 
Menganjal dan menyumbat tenggorokan yang kian menyempit terjejali makanan


Cintaku Buta

Membabi buta ku mencintaimu
Beringas memburu rindu di ujung waktu yang kian menipis
Namun engkau tetap tak tergapai

Dalam diammu ku terjungkal
Tersandung aral yang nampak nyata
Hingga ku lemah tak berdaya

Saat rapuhku,
Kau ulurkan tangan menggandengku
Lembut dan penuh kemesraan
Penuh kasih berhias sayang

Namun, ku terlena
Dalam cintaku yang buta
Dalam rindu yang kian merajuk
Dalam masa yang mulai tiada

Sabtu, 21 April 2012

Di Awal

Di awal...
Hanya ingin mengurai sebuah kalimat
Yang tersusun dari barisan kata tanpa syarat
Syarat yang mengikat dengan aturan-aturannya
Syarat yang kian hari terasa makin berat

Di awal...
Hanya barisan kata dari susunan huruf
Tak bermaksud mencipta makna dan arti
Hanya kumpulan
Kumpulan dari kata dan kalimat

Di awal...
Hanya sapaan yang tak terurai