Rabu, 17 April 2013

Rindu tak bersyarat

Pada dasarnya, 
Rinduku ini tanpa syarat dan tanpa kriteria

Pabila rinduku disebabkan wajah ayumu, maka ketika ke-ayuan itu memudar, memuai juga rinduku.

Pabila rinduku dikarenakan senyum manismu, maka ketika senyum itu bereinkarnasi dalam wujud murka lenyaplah rinduku.

Pabila rinduku bermuara pada indahnya tutur ucapmu, maka ketika datang keburukan dalam syair kata yang kau ucap, meluluhlah rinduku.

Pabila rinduku berakar pada kecocokan rasa dalam tutur ucap tingkah polah, maka ketika polahmu berubah pada bentuk yang menyebalkan, tercerabutlah juga rinduku.

Maka, rinduku ini tetap tak bersyarat pada kriteria duniamu atau dunia orang lain.
Hanya rindu yang mampu ku gambarkan pada barisan kata kosong yang kau menyebutnya "GOMBAL"

Kenangan Rindu

Semalam engkau menangis hingga tersedu
Dalam rindu yang kian menggulung di kalbumu

Tetes demi tetes air mata menderai
Mengalir basahi pipimu

Tangismu adalah rindu,
Pada waktu yang tak dapat kau putar kembali ke masa itu

Meminang Rasa

Sungguhpun ku ingin selalu memburumu
Dalam rinduku yang kian menggelora di dalam dada

Namun, asaku mencegah langkahku
Untuk meminang rasa pada balut masa

Satu Jiwa

Manalah mungkin, pelangi kan meninggalkan warnanya terpuruk di sudut rindu
Manalah mungkin, mawar kan membuang harumnya di jambangan waktu

Sebab, kita adalah satu kesatuan
Dalam desah masa yang terus bergulir
Mengitari rasa yang tak dapat terurai gelisah

Rabu, 06 Maret 2013

Menilai Diri

Suatu ketika saya berjalan
Di tengah jalan saya berpapasan dengan puluhan bahkan ratusan orang
Orang dengan isi kepala yang berbagai macam
Cinta, kasih sayang, rasa rindu, kebencian, rencana jahat, niat baik dan berbagai macam pemikiran yang tersimpan di sudut terdalam mereka yang saya jumpai.
Saya coba menerka-nerka apa yang difikirkan orang yang saya lihat, makin dalam saya memandang, mengamati dan menganalisa.Cara berpakaian, tingkah polah dan tindak tanduk, serta hal lainnya.
Hingga pada titik nadzirnya saya hampir menarik kesimpulan tentang sifat dan status seseorang apakah baik atau buruk, jahat atau budiman.

Tiba-tiba saja, angin bertiup lembut, berhembus menghampiri dan membelaiku, serasa meneriakan makian yang teramat kencangnya. "Apa yang engkau lakukan!

Muram


Mentari tak terik hari ini
Langit muram dalam temaram mendung yang menggulung di angkasa
Mentari tak terik hari ini
Langit muram dalam temaram mendung yang menggulung di angkasa

Keluhku tak terlontarkan
Kesahku terbenam dalam kisah
Dan engkau,
jauh gapaiku di antah berantah

Jumat, 01 Februari 2013

Masih mencari





Aku mencari,
Apa yang menarik dari rindu
Rindu yang menggelora di seluruh waktuku
Waktuku di saat terbuai mimpi tentangmu
Tentangmu yang mengisi relung jiwaku terdalam

Aku mencari
Apa-apa yang memikatku dari dirimu
Tingkah polah tutur ucap bahkan sumpah serapah
Sebab rinduku menyeruak terarah padamu
Pada pijak cinta yang mendebam di tiap masaku

Aku mencari
Masih tetap mencari pada pencarian hakiki
Mencarimu yang sejatinya selalu ada pada ketiadaanku akanmu
Mencarimu yang tiada pada segenap keberadaanmu



Kamis, 31 Januari 2013

Kita atau "kita"


Haruskah ku beri tanda petik ketika ku narasikan kata KITA
Agar tertampakkan penekanan pada kata yang ada

Namun, sejatinya bukan itu yang kumaui
Aku mau Kita hanya dengan bentuk asalnya
Bukan "kita" dengan tanda petik yang tersemat padanya
Hanya kita saja tanpa tambahan apapun

Aku bukan cinta tapi Rindu

Aku bukanlah cinta
yang menggelegar di sela-sela gerimis yang kian deras menjelma menjadi badai
Dalam gelegar petir yang menikam kesadaran

Aku bukanlah cinta
Yang datang membawa berjuta harap
Hingga membuaimu yang termenung pada setitik waktu

Aku bukanlah cinta
Pada sebuah masa yang sedang berlalu
Mengibaskan bahagia dalam rindangnya rindu

Aku ini rindu
Pada cinta yang terbuang terbengkalai
Tanpa rasa pada gumpalan duka

Rabu, 30 Januari 2013

Tentang Rindu


Rinduku pada waktu yang telah lalu
Bergulir meroda memutar hari
Berlari menggapai tahun yang silih berganti
Kini, ku diujung waktuku
Menapaki sisa-sisa taqdir yang bergulir

Rinduku membelenggu rasa
Dalam berjuta keindahan yang menggores sampul jiwaku
Rindu tergelontorkan
Dalam derasnya masa yang kian menjauh

Membunuh makna hakiki


Saat kepura-puraan menjadi tolok ukur
Maka makna hakiki akan melebur dalam kebohongan sejati
Semua hanya retorika dan Lip's service belaka

Fikirku


aku fikir aku sendiri,
Di persimpangan jalan dalam terjalnya tebing kehidupan
Beserta tajamnya kerikil jiwa yang kian menghujam

Ternyata aku salah
akupun keliru dalam faktanya
Kalian ada dan selalu ada dalam ketidak sadaranku akan keberadaan kalian

Sungguh,
Aku salah menimbang dalam penilaian subyektifku

Jerat Peraturan


Geliatku terkekang tali belenggu
Istilah peraturan didesas-desuskan
Padahal, peraturan itu tak pernah ada dan diadakan
Namun masih saja ada kelit untuk menjeratku
Etika sosial, pantas tidak pantas
Pada Akhirnya dinyanyikan dan didengungkan dengan lantangnya
Oh...
Ternyata begini egomu

Senin, 28 Januari 2013

Mencintai Pekerjaan

Pekerjaan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh manusia guna mencapai suatu tujuan. Tujuan dalam hidup dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, baik dari sudut pandang Materi maupun immateri.
Sudut pandang materi, misalkan tujuan untuk memperoleh harta atau kekayaan, kedudukan/posisi di suatu tempat kerja. Sedangkan dari sudut pandang immateri bisa berupa, tujuan yang lebih dalam yaitu dalam lingkup kejiwaan yang berupa penghambaan kepada Allah Yang Maha Esa untuk kepuasan Bathiniyah seseorang. 
Berkenaan dengan pekerjaan, beberapa hari yang lalu, saya menerima Pesan singkat (SMS) dari seorang rekan kerja. SMS itu berisi sebuah motivasi (setidaknya saya menganggapnya seperti itu) yang mungkin bagi kebanyakan orang adalah suatu hal yang sangat hebat dan dalam maknanya. Kehebatan isi pesan tersebut adalah pada pemaknaan yang ada dari barisan kata yang teruntai menjadi kalimat panjang.
Isi dari pesan singkat tersebut diantaranya adalah agar bagaimana kita dapat mencintai pekerjaan yang sedang ada dalam kehidupan yang dijalani. Di sana menjelaskan apabila kita mencintai pekerjaan maka seharusnya kita mencintai juga apa-apa yang ada di dalam pekerjaan itu. Pun juga pada pesan singkat tersebut menjelaskan tentang kekuatan cinta, yang apabila cinta itu sudah masuk dan menyeruak pada sendi-sendi kehidupan, maka segala rintangan yang ada di hadapan mata akan dapat disingkirkan dan dilalui dengan mudah, itulah kekuatan dari cinta.

Rabu, 23 Januari 2013

Meng-"Cancel" Do'a

Tuhan adalah "sesuatu" yang sejatinya menjadi satu-satunya "ilah" atau tujuan.
Semua tujuan dari kehidupan yang dijalani seharusnya bermuara kepada-Nya.
Kebutuhan hidup, rasa, keinginan, harapan doa haruslah disandarkan kepada Tuhan, meski jalan yang dilewati adalah melalui selain Tuhan (washilah).
Tiap hal yang kita dapatkan, baik itu dari usaha, doa, harapan, keinginan dan kebutuhan, semuanya diperoleh dari Tuhan melalui jalan yang beraneka ragam.
Do'a dalam arti sempit adalah permohonan yang ditujukan kepada Tuhan, sedangkan dalam arti luas adalah mengingat (dzikir) kepada Tuhan.

Dalam tulisan kali ini, saya akan berkisah tentang pengalaman seorang kawan yang meng-"CANCEL" do'anya kepada Allah, dengan berbagai pertimbangan logis yang dimilikinya.

Hari itu, hujan mengguyur Jakarta semenjak pagi hingga petang tiba. Dengan rintik yang tidak terlalu deras tapi cukup merepotkan warga Jakarta yang memiliki drynese kurang baik, sehingga menyebabkan genangan-genangan air. Bahkan sebagian orang menyebutnya sebagai "BANJIR".
Selepas Magrib menjelang isya, rintik hujan mulai mereda di kala Kawan saya memacu sepeda motornya meninggalkan tempat tinggalnya untuk melaksanakan rutinitas mengajar (Private/les)
Tobecontinued...

Kamis, 17 Januari 2013

Aku bayang-bayang

Aku adalah bayang-bayang
Dalam temaramnya senja yang membungkam jiwa
Mencari setitik terang tuk memperjelas sedikit eksistensi

Aku adalah bayang-bayang
Yang terlupakan dari gemerlap kegelapan
Terhapus dari warna dan keindahan semesta

Aku adalah bayang-bayang
Tertegun sendiri di sudut waktu yang kian menipis