Pekerjaan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh manusia guna mencapai suatu tujuan. Tujuan dalam hidup dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, baik dari sudut pandang Materi maupun immateri.
Sudut pandang materi, misalkan tujuan untuk memperoleh harta atau kekayaan, kedudukan/posisi di suatu tempat kerja. Sedangkan dari sudut pandang immateri bisa berupa, tujuan yang lebih dalam yaitu dalam lingkup kejiwaan yang berupa penghambaan kepada Allah Yang Maha Esa untuk kepuasan Bathiniyah seseorang.
Berkenaan dengan pekerjaan, beberapa hari yang lalu, saya menerima Pesan singkat (SMS) dari seorang rekan kerja. SMS itu berisi sebuah motivasi (setidaknya saya menganggapnya seperti itu) yang mungkin bagi kebanyakan orang adalah suatu hal yang sangat hebat dan dalam maknanya. Kehebatan isi pesan tersebut adalah pada pemaknaan yang ada dari barisan kata yang teruntai menjadi kalimat panjang.
Isi dari pesan singkat tersebut diantaranya adalah agar bagaimana kita dapat mencintai pekerjaan yang sedang ada dalam kehidupan yang dijalani. Di sana menjelaskan apabila kita mencintai pekerjaan maka seharusnya kita mencintai juga apa-apa yang ada di dalam pekerjaan itu. Pun juga pada pesan singkat tersebut menjelaskan tentang kekuatan cinta, yang apabila cinta itu sudah masuk dan menyeruak pada sendi-sendi kehidupan, maka segala rintangan yang ada di hadapan mata akan dapat disingkirkan dan dilalui dengan mudah, itulah kekuatan dari cinta.
Dalam hal ini, adanya etos kerja yang sangat tinggi menjadikan manusia yang mencintai pekerjaannya akan dengan mudah mengatasi setiap hal yang ada di dalam pekerjaan yang sedang dijalani, baik itu permasaalahan yang berkenaan dengan kesulitan kerja maupun permasalahan yang berkenaan dengan lingkungan kerja itu sendiri (sistem, rekan kerja, sarana prasarana dan lainnya). Kecintaan terhadap pekerjaan juga akan mendatangkan kemauan positif dalam mengembangkan diri sendiri maupun apa yang dikerjakannya.
Terlepas dari apakah sang pengirim pesan melaksanakan apa yang dituliskannya atau tidak, akan tetapi saya hanya akan mengambil sisi positif dari pesan yang ada.
Dalam sudut pandang saya, pekerjaan sangatlah penting bagi manusia dalam menunjang kehidupannya. Akan tetapi hendaknya pekerjaan tidak menjadikan manusia buta terhadap Allah.
Mencintai Allah akan lebih menjadikan manusia yang produktif dan proaktif dalam setiap laku kehidupan yang dijalani oleh manusia itu sendiri. Sebab dengan mencintai Allah maka dengan sendirinya juga semua hal akan diniatkan untuk memperoleh keridhaan dari Allah Untuk memperoleh keridhaan itu, maka manusia harus menjalankan setiap kewajiban yang ada dengan semaksimal mungkin.
Pekerjaan adalah suatu kewajiban yang timbul dari adanya komitmen yang dibuat dalam kehidupan. Maka, mau tidak mau setiap individu harus menjalankan apa yang menjadi kewajiban dalam pekerjaannya dengan maksimal dengan harapan dapat memperoleh hasil yang terbaik dan tidak terlepas dari keridhaan Allah.
Kecintaan yang berlebihan terhadap pekerjaan maka sejatinya kita "MEMPERTUHANKAN" pekerjaan yang ada, dan membunuh Allah yang hakiki. Seperti apa yang disampaikan oleh Nietzche bahwa :"Tuhan telah mati, dan kitalah yang membunuhnya".
Cinta sejatinya hanya untuk Allah bukan untuk 'alam atau yang selain Allah Dengan mencintai Allah maka semua hal yang diniatkan untuk ibadah, akan berjalan dengan landasan kecintaan dan harapan akan memperoleh yang terbaik demi menggapai ridha-Nya.
"Mampukah kita berpasrah atas segala segi kehidupan yang kita jalani?
Mampukah kita mengabdi sepenuhnya kepada Tuhan yang hakiki yaitu Allah?
Mampukah berserah atas detik demi detik yang dijalani?
Tawakkaltu 'ala Allah..."
Semoga kita semua dapat berserah diri sepenuhnya dalam seluruh tata laku dan waktu yang ada
Cinta sejatinya hanya untuk Allah bukan untuk 'alam atau yang selain Allah Dengan mencintai Allah maka semua hal yang diniatkan untuk ibadah, akan berjalan dengan landasan kecintaan dan harapan akan memperoleh yang terbaik demi menggapai ridha-Nya.
"Mampukah kita berpasrah atas segala segi kehidupan yang kita jalani?
Mampukah kita mengabdi sepenuhnya kepada Tuhan yang hakiki yaitu Allah?
Mampukah berserah atas detik demi detik yang dijalani?
Tawakkaltu 'ala Allah..."
Semoga kita semua dapat berserah diri sepenuhnya dalam seluruh tata laku dan waktu yang ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar