Tuhan adalah "sesuatu" yang sejatinya menjadi satu-satunya "ilah" atau tujuan.
Semua tujuan dari kehidupan yang dijalani seharusnya bermuara kepada-Nya.
Kebutuhan hidup, rasa, keinginan, harapan doa haruslah disandarkan kepada Tuhan, meski jalan yang dilewati adalah melalui selain Tuhan (washilah).
Tiap hal yang kita dapatkan, baik itu dari usaha, doa, harapan, keinginan dan kebutuhan, semuanya diperoleh dari Tuhan melalui jalan yang beraneka ragam.
Do'a dalam arti sempit adalah permohonan yang ditujukan kepada Tuhan, sedangkan dalam arti luas adalah mengingat (dzikir) kepada Tuhan.
Dalam tulisan kali ini, saya akan berkisah tentang pengalaman seorang kawan yang meng-"CANCEL" do'anya kepada Allah, dengan berbagai pertimbangan logis yang dimilikinya.
Hari itu, hujan mengguyur Jakarta semenjak pagi hingga petang tiba. Dengan rintik yang tidak terlalu deras tapi cukup merepotkan warga Jakarta yang memiliki drynese kurang baik, sehingga menyebabkan genangan-genangan air. Bahkan sebagian orang menyebutnya sebagai "BANJIR".
Selepas Magrib menjelang isya, rintik hujan mulai mereda di kala Kawan saya memacu sepeda motornya meninggalkan tempat tinggalnya untuk melaksanakan rutinitas mengajar (Private/les)
Tobecontinued...
Tobecontinued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar