Kamis, 31 Januari 2013
Kita atau "kita"
Haruskah ku beri tanda petik ketika ku narasikan kata KITA
Agar tertampakkan penekanan pada kata yang ada
Namun, sejatinya bukan itu yang kumaui
Aku mau Kita hanya dengan bentuk asalnya
Bukan "kita" dengan tanda petik yang tersemat padanya
Hanya kita saja tanpa tambahan apapun
Aku bukan cinta tapi Rindu
Aku bukanlah cinta
yang menggelegar di sela-sela gerimis yang kian deras menjelma menjadi badai
Dalam gelegar petir yang menikam kesadaran
Aku bukanlah cinta
Yang datang membawa berjuta harap
Hingga membuaimu yang termenung pada setitik waktu
Aku bukanlah cinta
Pada sebuah masa yang sedang berlalu
Mengibaskan bahagia dalam rindangnya rindu
Aku ini rindu
Pada cinta yang terbuang terbengkalai
Tanpa rasa pada gumpalan duka
Rabu, 30 Januari 2013
Tentang Rindu
Rinduku pada waktu yang telah lalu
Bergulir meroda memutar hari
Berlari menggapai tahun yang silih berganti
Kini, ku diujung waktuku
Menapaki sisa-sisa taqdir yang bergulir
Rinduku membelenggu rasa
Dalam berjuta keindahan yang menggores sampul jiwaku
Rindu tergelontorkan
Dalam derasnya masa yang kian menjauh
Membunuh makna hakiki
Saat kepura-puraan menjadi tolok ukur
Maka makna hakiki akan melebur dalam kebohongan sejati
Semua hanya retorika dan Lip's service belaka
Fikirku
aku fikir aku sendiri,
Di persimpangan jalan dalam terjalnya tebing kehidupan
Beserta tajamnya kerikil jiwa yang kian menghujam
Ternyata aku salah
akupun keliru dalam faktanya
Kalian ada dan selalu ada dalam ketidak sadaranku akan keberadaan kalian
Sungguh,
Aku salah menimbang dalam penilaian subyektifku
Jerat Peraturan
Geliatku terkekang tali belenggu
Istilah peraturan didesas-desuskan
Padahal, peraturan itu tak pernah ada dan diadakan
Namun masih saja ada kelit untuk menjeratku
Etika sosial, pantas tidak pantas
Pada Akhirnya dinyanyikan dan didengungkan dengan lantangnya
Oh...
Ternyata begini egomu
Senin, 28 Januari 2013
Mencintai Pekerjaan
Pekerjaan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh manusia guna mencapai suatu tujuan. Tujuan dalam hidup dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, baik dari sudut pandang Materi maupun immateri.
Sudut pandang materi, misalkan tujuan untuk memperoleh harta atau kekayaan, kedudukan/posisi di suatu tempat kerja. Sedangkan dari sudut pandang immateri bisa berupa, tujuan yang lebih dalam yaitu dalam lingkup kejiwaan yang berupa penghambaan kepada Allah Yang Maha Esa untuk kepuasan Bathiniyah seseorang.
Berkenaan dengan pekerjaan, beberapa hari yang lalu, saya menerima Pesan singkat (SMS) dari seorang rekan kerja. SMS itu berisi sebuah motivasi (setidaknya saya menganggapnya seperti itu) yang mungkin bagi kebanyakan orang adalah suatu hal yang sangat hebat dan dalam maknanya. Kehebatan isi pesan tersebut adalah pada pemaknaan yang ada dari barisan kata yang teruntai menjadi kalimat panjang.
Isi dari pesan singkat tersebut diantaranya adalah agar bagaimana kita dapat mencintai pekerjaan yang sedang ada dalam kehidupan yang dijalani. Di sana menjelaskan apabila kita mencintai pekerjaan maka seharusnya kita mencintai juga apa-apa yang ada di dalam pekerjaan itu. Pun juga pada pesan singkat tersebut menjelaskan tentang kekuatan cinta, yang apabila cinta itu sudah masuk dan menyeruak pada sendi-sendi kehidupan, maka segala rintangan yang ada di hadapan mata akan dapat disingkirkan dan dilalui dengan mudah, itulah kekuatan dari cinta.
Rabu, 23 Januari 2013
Meng-"Cancel" Do'a
Tuhan adalah "sesuatu" yang sejatinya menjadi satu-satunya "ilah" atau tujuan.
Semua tujuan dari kehidupan yang dijalani seharusnya bermuara kepada-Nya.
Kebutuhan hidup, rasa, keinginan, harapan doa haruslah disandarkan kepada Tuhan, meski jalan yang dilewati adalah melalui selain Tuhan (washilah).
Tiap hal yang kita dapatkan, baik itu dari usaha, doa, harapan, keinginan dan kebutuhan, semuanya diperoleh dari Tuhan melalui jalan yang beraneka ragam.
Do'a dalam arti sempit adalah permohonan yang ditujukan kepada Tuhan, sedangkan dalam arti luas adalah mengingat (dzikir) kepada Tuhan.
Dalam tulisan kali ini, saya akan berkisah tentang pengalaman seorang kawan yang meng-"CANCEL" do'anya kepada Allah, dengan berbagai pertimbangan logis yang dimilikinya.
Hari itu, hujan mengguyur Jakarta semenjak pagi hingga petang tiba. Dengan rintik yang tidak terlalu deras tapi cukup merepotkan warga Jakarta yang memiliki drynese kurang baik, sehingga menyebabkan genangan-genangan air. Bahkan sebagian orang menyebutnya sebagai "BANJIR".
Selepas Magrib menjelang isya, rintik hujan mulai mereda di kala Kawan saya memacu sepeda motornya meninggalkan tempat tinggalnya untuk melaksanakan rutinitas mengajar (Private/les)
Tobecontinued...
Tobecontinued...
Kamis, 17 Januari 2013
Aku bayang-bayang
Aku adalah bayang-bayang
Dalam temaramnya senja yang membungkam jiwa
Mencari setitik terang tuk memperjelas sedikit eksistensi
Aku adalah bayang-bayang
Yang terlupakan dari gemerlap kegelapan
Terhapus dari warna dan keindahan semesta
Aku adalah bayang-bayang
Tertegun sendiri di sudut waktu yang kian menipis
Dalam temaramnya senja yang membungkam jiwa
Mencari setitik terang tuk memperjelas sedikit eksistensi
Aku adalah bayang-bayang
Yang terlupakan dari gemerlap kegelapan
Terhapus dari warna dan keindahan semesta
Aku adalah bayang-bayang
Tertegun sendiri di sudut waktu yang kian menipis
Langganan:
Komentar (Atom)