Rabu, 06 Maret 2013

Menilai Diri

Suatu ketika saya berjalan
Di tengah jalan saya berpapasan dengan puluhan bahkan ratusan orang
Orang dengan isi kepala yang berbagai macam
Cinta, kasih sayang, rasa rindu, kebencian, rencana jahat, niat baik dan berbagai macam pemikiran yang tersimpan di sudut terdalam mereka yang saya jumpai.
Saya coba menerka-nerka apa yang difikirkan orang yang saya lihat, makin dalam saya memandang, mengamati dan menganalisa.Cara berpakaian, tingkah polah dan tindak tanduk, serta hal lainnya.
Hingga pada titik nadzirnya saya hampir menarik kesimpulan tentang sifat dan status seseorang apakah baik atau buruk, jahat atau budiman.

Tiba-tiba saja, angin bertiup lembut, berhembus menghampiri dan membelaiku, serasa meneriakan makian yang teramat kencangnya. "Apa yang engkau lakukan!

Muram


Mentari tak terik hari ini
Langit muram dalam temaram mendung yang menggulung di angkasa
Mentari tak terik hari ini
Langit muram dalam temaram mendung yang menggulung di angkasa

Keluhku tak terlontarkan
Kesahku terbenam dalam kisah
Dan engkau,
jauh gapaiku di antah berantah