Rabu, 17 April 2013

Rindu tak bersyarat

Pada dasarnya, 
Rinduku ini tanpa syarat dan tanpa kriteria

Pabila rinduku disebabkan wajah ayumu, maka ketika ke-ayuan itu memudar, memuai juga rinduku.

Pabila rinduku dikarenakan senyum manismu, maka ketika senyum itu bereinkarnasi dalam wujud murka lenyaplah rinduku.

Pabila rinduku bermuara pada indahnya tutur ucapmu, maka ketika datang keburukan dalam syair kata yang kau ucap, meluluhlah rinduku.

Pabila rinduku berakar pada kecocokan rasa dalam tutur ucap tingkah polah, maka ketika polahmu berubah pada bentuk yang menyebalkan, tercerabutlah juga rinduku.

Maka, rinduku ini tetap tak bersyarat pada kriteria duniamu atau dunia orang lain.
Hanya rindu yang mampu ku gambarkan pada barisan kata kosong yang kau menyebutnya "GOMBAL"

Kenangan Rindu

Semalam engkau menangis hingga tersedu
Dalam rindu yang kian menggulung di kalbumu

Tetes demi tetes air mata menderai
Mengalir basahi pipimu

Tangismu adalah rindu,
Pada waktu yang tak dapat kau putar kembali ke masa itu

Meminang Rasa

Sungguhpun ku ingin selalu memburumu
Dalam rinduku yang kian menggelora di dalam dada

Namun, asaku mencegah langkahku
Untuk meminang rasa pada balut masa

Satu Jiwa

Manalah mungkin, pelangi kan meninggalkan warnanya terpuruk di sudut rindu
Manalah mungkin, mawar kan membuang harumnya di jambangan waktu

Sebab, kita adalah satu kesatuan
Dalam desah masa yang terus bergulir
Mengitari rasa yang tak dapat terurai gelisah