Dingin ini menikam
Mencabik-cabik tiap lapisan ototku
Mengoyak hingga ke tulang
Dingin ini adalah anugerah
Di mana panas jiwa terberangus kebiadaban menerpa
Di kala emosi menghias dunia
Sabtu, 28 April 2012
Dingin
Labels:
Bisik Alam
Posting di:
Patean, Indonesia
Jumat, 27 April 2012
Janji Cinta
Cintaku terpatri di relung terdalam hati
Dalam riuh gemericik darah di nadi
Terpompa jantung yang kian mendetak
Dalam pijak kaki yang tersentak
Inilah cintaku
Dalam deklarasi jiwa teruntai sebait janji]
Segurat asa yang tercipta di ujung senja
Labels:
Risalah Cinta
Posting di:
Kendal, Indonesia
Kamis, 26 April 2012
Biarkan saja
Wahai engkau yang menguasai atas segala pengharapan
Menitahkan wahyu pada semesta yang kian dekat pada masanya
Membingkainya dengan janji atas keindahan pada penghujung jarak
Dalam kemesraan atas pencapaian asa yang tercipta
Maka, di sini aku menengadahkan kedua tanganku
Meminta dan merajuk atas segala yang ada pada rasaku
Mengharap setitik kasihmu yang tak berbatas ruang
Tuhan, biarkan aku pada cinta yang ada ini
Tak hendak ku membuang asa dalam rasa yang ada
Dalam kubang asmara yang kian menenggelamkanku di dasar samuderamu
Labels:
Di bawah kuasa
Posting di:
Duren Sawit, Jakarta Capital Region, Indonesia
Lagu Syukur
Inilah untaian kataku
Yang tak terlagukan dengan merdu
Yang tak terlagukan dengan merdu
Hanya tergores pada kanvas abu-abu yang mulai lusuh
Sebait syukur atas segala yang sudah Tuhan anugerahkan
Untuk luka-luka yang menganga di hati kecilku
Untuk segenap pedih yang tercoreng di rasaku
Untuk semua sakit yang pernah dan sempat menderaku
Seandainya luka itu tak pernah menyapaku
Jikalau Pedih itu tak mengunjungiku
Pabila Sakit itu tak mendekapku
Niscaya aku enggan mengenal-Mu dan mengingat-Mu
Maka. sebait syukur kualankan dalam teriakan sumbang diamku
Yang tercekat oleh kaca-kaca airmata yang tak tertumpahkan
Hanya bergelayut dipelupuk mataku yang kian memerah
Labels:
Di bawah kuasa
Posting di:
Duren Sawit, Jakarta Capital Region, Indonesia
Selasa, 24 April 2012
Memburu Rindu
Lelah nian jiwaku memburumu
Yang terdiam di sudut waktu
Menantiku yang tak kunjung temukanmu
Ku lihat engkau namun ku tak sangggup memandang
Ku tak dapat mengambil imaji dari sisi-sisi indahmu
Dalam kealpaanku
Terbersit berjuta harap
Akan engkau yang selalu dalam benak
Yang terdiam di sudut waktu
Menantiku yang tak kunjung temukanmu
Ku lihat engkau namun ku tak sangggup memandang
Ku tak dapat mengambil imaji dari sisi-sisi indahmu
Dalam kealpaanku
Terbersit berjuta harap
Akan engkau yang selalu dalam benak
Minggu, 22 April 2012
Bukan Tentang Puisi
Bukanlah tentang puisi
Atau syair-syair yang sengaja dicipta
Bukan pula tentang keindahan kata dalam uraian nada
Hanyalah rangkaian kata
Dalam alurnya yang terlontar dengan sendirinya
Tanpa perenungan yang mendalam
Tanpa analisa agar diterima banyak kalangan
Ku coba...
Menulis apa yang ada di benak ini
Menganjal dan menyumbat tenggorokan yang kian menyempit terjejali makanan
Labels:
Risalah Cinta
Posting di:
Tangerang, Indonesia
Cintaku Buta
Membabi buta ku mencintaimu
Beringas memburu rindu di ujung waktu yang kian menipis
Namun engkau tetap tak tergapai
Dalam diammu ku terjungkal
Tersandung aral yang nampak nyata
Hingga ku lemah tak berdaya
Saat rapuhku,
Kau ulurkan tangan menggandengku
Lembut dan penuh kemesraan
Penuh kasih berhias sayang
Namun, ku terlena
Dalam cintaku yang buta
Dalam rindu yang kian merajuk
Dalam masa yang mulai tiada
Labels:
Risalah Cinta
Posting di:
Tangerang, Indonesia
Sabtu, 21 April 2012
Di Awal
Di awal...
Hanya ingin mengurai sebuah kalimat
Yang tersusun dari barisan kata tanpa syarat
Syarat yang mengikat dengan aturan-aturannya
Syarat yang kian hari terasa makin berat
Di awal...
Hanya barisan kata dari susunan huruf
Tak bermaksud mencipta makna dan arti
Hanya kumpulan
Kumpulan dari kata dan kalimat
Di awal...
Hanya sapaan yang tak terurai
Labels:
Bisik Alam
Posting di:
Ciputat, Indonesia
Langganan:
Komentar (Atom)